Wednesday, July 07, 2010

Pohon Cinta

Alkisah,ada sebuah pohon apel yang besar. Seorang anak laki-laki senang bermain-main di pohon itu. Ia bermain setiap hari, memanjat pohon itu, memetik buah apelnya,dan tidur dibawah pohon itu. Ia menyukai pohon itu,dan sang pohon juga senang bermain dengan nya. Waktu berlalu, anak lelaki itu tumbuh besar dan tidak lagi bermain di pohon itu. Suatu hari, ia mendatangi pohon itu dengan wajah murung.


"Ayo bermain bersamaku," kata si pohon
"Tidak.Aku bukan anak kecil lagi," kata si anak.
"Aku tidak mau bermain bersamamu lagi. Aku ingin beli mainan saja. Tapi aku tak punya uang."
"Maaf,aku tidak bisa memberimu uang. Tapi kamu bisa memetik apel-apelku dan menjualnya supaya bisa dapat uang," balas si pohon. 

Anak lelaki itu gembira dan memeluk pohon apel itu, lalu pergi dengan riang. Sang pohon merasa sedih karena setelah memetik apel-apelnya, anak lelaki itu tak pernah datang lagi.

Suatu hari, anak lelaki itu kembali.
Dia sudah tumbuh dewasa, Sang pohon merasa gembira.
"Ayo bermain denganku", katanya.

Anak lelaki itu menggelengkan kepala.
"Tidak.Akutak punya waktu untuk bermain-main. Aku harus kerja untuk membiayai keluargaku. Kami butuh rumah untuk tempat tinggal. Kau bisa menolongku?"
"Maaf,aku tidak punya rumah. Tapi kau bisa memotong cabang-cabang pohonku untuk membangun rumahmu."

Anak lelaki itu segera menebang cabang-cabang pohon itu dengan gembira, kemudian ia pergi dan tak datang lagi. Sang pohon kembali merasa sedih dan kesepian.

Suatu hari, anak lelaki itu datang lagi. Sang pohon merasa gembira.
"Ayo bermain denganku,"katanya.
"Tidak, aku sudah tua. Aku ingin pergi berlayar untuk menenangkan diriku. Bisakah kau memberiku perahu?"
"Pakailah ranting-rantingku untuk membuat perahu. Kamu bisa berlayar jauh dan menenangkan diri."
Anak lelaki itu pun menebang ranting-ranting pohon untuk membuat perahu. Ia pergi jauh dan tidak kembali.

Akkhirnya,suatu hari anak lelaki itu kembali setelah bertahun-tahun pergi. Sang pohon berkata dengan sedih.
"Maafkan aku,aku tidak punya apapun lagi yang bisa kuberikan untukmu. Tak ada lagi buah apel untuk dimakan, tak ada lagi ranting untuk dipanjat. Aku sungguh tak punya apapun. Satu-satunya yang tersisa cuma akar-akarku yang sudah tua," tutur sang pohon dengan berlinang ai rmata.
"Aku tidak butuh apapun," jawab si anak.
"Aku hanya butuh tempat beristirahat. Aku sudah tua dan lelah sekali belakangan ini."
"Bagus! Akar-akar tua adalah tempat terbaik untuk istirahat. Duduklah dan tidurlah disini."

Anak lelaki itupun duduk dan tidur diakar pohon itu. Sang pohon tersenyum sambil menitikkan airmata. Meskipun sudah begitu lama si anak tidak mau bermain dengannya lagi, dan hanya datang untuk pergi namun dimasa tuanya, ia masih bisa memberi.


Renungan:

Kalau kita renungkan, cerita ini adalah cerita tentang kita semua. Sang pohon adalah orang tua kita. 

Ya. Ketika masih kecil, kita senang bermain dengan kedua orang tua kita. Saat tumbuh besar, kita meninggalkan mereka. Dan hanya kembali saat kita sedang butuh atau menghadapi masalah. Namun, apapun yang terjadi, orang tua kita akan selalu ada, siap memberi apapun yang merekan miliki, untuk membuat kita bahagia.

Mungkin kita berpikir, betapa kejamnya si anak lelaki dalam cerita ini, tapi begitulah cara kita semua memperlakukan kedua orang tua kita, bukan??

Dibalik keberhasilan setiap orang, dalam bidang apapun selalu ada yang mem-backup dibelakangnya. Bisa saja kita mengatakan, orang yang paling berjasa di hidup kita itu si A atau si B. Namun kita tidak bisa memungkiri, orang yang paling berjasa dan paling banyak mendorong kita sukses adalah orang tua.

Dari rahim ibulah kita berawal...
Bersama ibulah kita tumbuh dan mulai merangkai kisah hidup didunia...
Dengan sentuhan dan kelembutan seorang ibu, kita dapat merasa dicintai dan tumbuh percaya diri...
Dengan kekuatan dan kerja keras seorang ayah.
Kita diberi fasilitas untuk hidup dan tercukupi
Cinta kasih orang tua adalah pintu terbaik untuk kita melangkah ke gerbang masa depan.
Doa orang tua yang digenangi tetesan airmata adalah modal terbesar untuk kita menapaki tangga-tangga kesuksesan..

Coba kita semua bayangkan, bila akhir ceritanya seperti ini:

Ketika anak tersebut kembali, dilihatnya pohon tua itu sudah mati. Yang ada hanya rasa bersalah, tapi apa daya semua sudah terlambat.

Maka dari itu, sayangilah kedua orang tua kita selagi sempat.

  Tanpa mereka kita bukan siapa-siapa, hanyalah mahluk tanpa nama, atau bahkan mungkin tak pernah ada di dunia.
*** 

Sumber: http://www.kaskus.us/showthread.php?t=4249240

2 Comments:

Anonymous said...

Test comment ;)

Neng Ayu said...

Asslm,,,,

Kunjungan Balik nih Sob,
Thanks ya udah Berkunjung ke Rumahku…hehehe
Rumahnya (Blognya…red) tambah oke aja,
Gak bosen deh saya sempatkan untuk Datang ke Sini lagi..!!

Sob saya punya Blog baru nih,
Sempatkan untuk berkunjung ya, ini Rumah Baruku…
http://gratispasangbanner.blogspot.com
http://artibelajarmengajar.blogspot.com
http://guladarahrendah.blogspot.com


Salam,,,

Post a Comment

Thank you for reading the article on our blog. Please give comments, feedback or criticism you in the comment box below. Your comment really means for the advancement of our blog. So, give the comment wisely and constructively.

 
© Copyright 2009-2012 Inspire Blog. Powered by Blogger WP by Masterplan